Masuk

Serunya Bermain Bersama Monyet Liar di Ubud Bali

Apa yang terlintas di benak kita kala mendengar wilayah bernama Bali? Jawaban yang pertama kali muncul pastinya indah, bukan? Ya memang tidak salah dan tidak berlebihan jika kata indah tersebut disematkan pada Pulau Dewata ini. Bahkan saking indah dan menariknya, berlaku bagi beberapa wilayah di dalamnya, tidak terkecuali dengan Ubud. Ubud Bali akan tampak lebih menarik dan indah lagi karena adanya hutan monyet.

sumber: https://pedomanwisata.com

Bali memang sudah dikenal luas sampai ke luar negeri. Pun begitu juga dengan beberapa wilayah di sana, termasuk salah satunya dengan Ubud. Ubud sendiri kini semakin dikenal luas dan menjadi destinasi wisata karena daya tarik alamnya yang indah. Tidak hanya itu, seperti bahasan di awal karena Ubud mempunyai hutan monyet yang bisa membawa kita berlibur ke sana.

Dikatakan hutan monyet karena di hutan dengan luas area sekitar 12 hektare ini dihuni oleh cukup banyak monyet. Hutan tersebut menjadi arena berkumpulnya sebanyak sekitar 650 ekor monyet yang hidup secara liar. Hewan liar ini tentunya masih sangat alami dan itu yang membuat sekumpulan monyet itu terkadang sangat aktif.

Monyet-monyet yang ada di sana merupakan jenis monyet ekor panjang atau dengan nama ilmiah Macaca fascicularis. Monyet jenis ini memang banyak ditemui di kota besar seperti Bandung atau Jakarta. Hanya saja mereka bukan sebagai hewan liar, melainkan sebagai alat untuk mencari uang. Namun di hutan monyet Ubud ini mereka hidup tentram.

Dengan banyaknya monyet tersebut, tentunya bisa menjadi hiburan tersendiri yang mengasyikkan. Kita dapat bercengkrama dengan mereka dan juga berfoto bersamanya. Hanya saja kita pun harus tetap waspada dengan gerakannya. Karena siapa tahu mereka bisa merasa terganggu dan mencuri barang bawaan kita, seperti kamera atau ponsel.

Di hutan yang dihuni oleh sekitar 115 jenis pohon ini juga bisa mendapatkan keseruan lainnya selain monyet. Kita bisa mengunjungi pura-pura yang besar dan penuh dengan sejarah. Setidaknya terdapat tiga buah pura, yakni Pura Dalem Agung Padangtegal, Pura Prajapati, dan juga Pura Beji. Ketiga pura tersebut memang tidak bisa dimasuki secara sembarangan. Namun jika ingin masuk dan sembahyang maka kita diharuskan mengenakan pakaian adat Ubud Bali.

Ketika menyusuri hutan monyet ini, kita pun akan didampingi oleh guide. Hal tersebut diperlukan karena untuk memberikan banyak informasi untuk para wisatawan. Tidak hanya itu, guide pun akan berguna untuk melindungi wisatawan dari serangan para monyet secara tiba-tiba. Untuk itu, patuhlah pada aturan yang telah diberlakukan di hutan tersebut, seperti jangan salah langkah dan berjalanlah pada area yang sudah ditentukan.

Jalankan Tipsnya dan Kita pun Akan Tetap Aman

sumber: https://pedomanwisata.com

Untuk menikmati hutan monyet di Ubud ini ada beberapa tips yang bisa kita jalankan. Tips tersebut tentunya akan melindungi kita dari tingkah laku para monyet tersebut. Simak tipsnya berikut ini.

    • Sebaiknya jika ke sana selalu membawa tas. Tas tersebut guna melindungi semua barang berharga karena siapa tahu monyet-monyet tersebut akan mencuri barang tersebut.
    • Selalu pegangi kamera kita dengan erat karena jika kita lengah ketika memotret, kamera pun dapat berpindah tangan pada mereka.
    • Di hutan ada area jalanan yang sudah ditentukan untuk kita. Untuk itulah, berjalanlan di sana dan jangan jalan keluar area tersebut. Kenapa? Karena salah-salah bisa membuat monyet-monyet tersebut menjadi lebih agresif dan membahayakan kita sendiri.
    • Perlakukan semua monyet liar tersebut dengan sangat baik. Jangan sekali-sekali mengganggunya atau memberinya makan sembarangan.
    • Usahakan untuk datang ke hutan monyet ini sekitar jam 2 siang. Kenapa begitu? Karena umumnya para monyet tersebut sudah makan dan kenyang, jadi tidak akan terlalu agresif dan akan cukup aman untuk kita dekati.

    Lalu, di manakah lokasinya dari hutan monyet tersebut? Untuk berlibur ke hutan monyet, kita bisa menuju ke Jalan Wenara Wana Desa Padangtegal, Ubud – Gianyar, Bali. Tiket masuknya pun cukup terjangkau, yakni 40 ribu untuk dewasa, sedangkan 30 ribu untuk anak-anak.

    Rasanya buat kita yang ingin bercengkrama dengan monyet liar, sekaligus mengenalkan anak pada hewan primata itu, wajib untuk datang ke hutan monyet ini.

    Admin Mongotrip

    Admin Mongotrip

    Lihat semua postingan menurut Admin Mongotrip

    Akun resmi mongotrip.

    Pos terkait

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *