Masuk

<strong>Mengenal</strong> Para <em>Pahlawan Nasional</em> di Mata Uang Rupiah Baru

Mengenal Para Pahlawan Nasional di Mata Uang Rupiah Baru

Siapa yang sudah punya kumpulan Uang Rupiah Baru? Apakah teman-teman sudah tahu dan kenal dengan pahlawan-pahlawan Indonesia yang berada di pecahan uang kertas dan logam di uang rupiah baru? Uhmm… saya pikir dari sekian warga negara Indonesia masih banyak masyarakat termasuk saya yang belum tahu dan kenal “masih asing” siapa para pahlawan nasional yang ada di uang keluaran baru (berdasarkan penyurveian teman-teman di kampus saya) hehe

Nah kalau begitu yuk sama-sama kenali para pahlawan nasional yang menjadi tampilan baru di pecahan uang kertas rupiah dan logam baru yang telah berjuang bagi Indonesia pada masa itu.

Waktuku.com

Seperti halnya kita tahu pada tanggal 19 Desember 2016 lalu, Bank Indonesia meluncurkan atau menerbitkan uang rupiah baru. Terdapat 7 pecahan uang kertas dan 4 pecahan uang logam dengan tampilan dan wajah pahlawan-pahlawan nasional baru. Penerbitan uang rupiah baru ini merupakan implementai dari Undang-Undang RI No. 7 Tahun 2011 tentang  Mata Uang yang diatur pada Undang-Undang pasal 7 yang berbunyi  bahwa Mata Uang harus memuat gambar pahlawan nasional sesuai keputusan Presiden RI. Dalam mata uang rupiah baru ini terdiri dari 12 pahlawan nasional. Inilah 12 pahlawan nasional yang berada di tampilan mata uang rupiah baru yang diterbitkan Bank Indonesia,yaitu :

1. Presiden dan Wakil Presiden pertama RI “Pahlawan Nasional di pecahan uang kertas Rp. 100rb”

id.pricepedia.org

Teman-teman pasti sudah tahu siapa para proklamator tersebut. Yup, beliau adalah Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta.

Ir. Soekarno (Koesno Sosrodihardjo) merupakan presiden pertama Indonesia yang lahir pada 6 Juni 1901 di Surabaya, Jawa Timur. Beliau meninggal di usia 69 tahun di Jakarta pada 21 Juni 1970. Beliau disebut sebagai Bapak Bangsa atas perjuangannya dalam kemerdekaan Indonesia.

Sedangkan Mohammad Hatta atau lebih dikenal dengan Bung Hatta merupakan tokoh perjuangan yang lahir pada 12 Agustur 1902 di Bukittinggi, Sumatera Barat. Beliau meninggal di usia 77 tahun di Jakarta pada 14 Maret 1980. Beliau disebut sebagai Bapak Koperasi Indonesia.

2. H. Djuanda Kartawidjaja “Pahlawan Nasional di pecahan uang kertas Rp. 50rb”

https://picclick.com

Beliau lahir pada 14 Januari 1911 di Tasikmalaya, Jawa Barat dan meninggal di usia 52 tahun pada 7 November 1963 di Jakarta. Pada masa hidupnya, beliau Ir. Djuanda merupakan Perdana Menteri Indonesia yang ke-10 dan sekaligus yang terakhir. Beliau adalah Perdana Menteri Indonesia ke-10 ( 9 April 1957 s.d. 9 Juli 1959). Dan beliau pernah menjabat sebagai Menteri Keunangan dalam Kabinet Kerja I.

Pada masa jabatannya, beliau memberikan konstribusi besar bagi bangsa Indonesia yaitu dengan dikeluarkannya Deklarasi Djuanda pada tahun 1957 yang menyatakan bahwa laut Indonesia termasuk laut sekitar, diantara dan di dalam kepulauan Indonesia merupakan satu kesatuan wilayah NKRI atau disebut sebagai negara kepulauan. Dan diperingati sebagai Hari Nusantara dalam konvensi hukum laut United Nations Convention on Law of the Sea (UNCLOS). Atas jasanya dalam memperjuangkan pembangunan lapangan pesawat terbang, namanya dabadikan sebagai nama bandara di Surabaya yaitu Bandara Djuanda.

3. Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi “Pahlawan Nasional di pecahan uang kertas Rp. 20rb”

https://picclick.com

Pahlawan nasional yang lebih dikenal dengan nama Sam Ratulangi merupakan aktivis kemerdekaan Indonesia dan pernah menjabat sebagai Gubernur Sulawesi pertama. Beliau lahir pada 5 November 1890 di Tondano, Sulawesi Utara dan meninggal di usia 58 tahun pada 30 Juni 1949 di Jakarta.

Namanya diabadikan sebagai nama Bandara Sam Ratulangi di Manado dan Universitas Sam Ratulangi. Beliau juga terkenal dengan filsafatnya:

Si tou timou tumou tou

“Manusia baru dapat disebut sebagai manusia, jika sudah dapat memanusiakan manusia”.

4. Frans Kaisiepo “Pahlawan Nasional di pecahan uang kertas Rp. 10rb”

insectiara.blogspot.com

Pahlawan nasional berasal dari Papua yang lahir pada 10 Oktober 1912 di Wardo, Biak, Papua dan meninggal di usia 66 tahun pada 10 April 1979 di Jayapura, Papua. Frans merupakan wakil dari Papua dalam Konferensi Malino tahun 1946 yang membicarakan tentang pembentukan Republik Indonesia Serikat. Namanya diabadikan sebagai nama Bandar Udara Frans Kaisiepo di Biak untuk mengenang  jasanya.

5. K.H. Idham Chalid “Pahlawan Nasional di pecahan uang kertas Rp. 5rb”

https://picclick.com

Pahlawan nasional yang pernah menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri Indonesia pada Kabinet Ali Sastromidjojo II dan Kabinet Djuanda lahir pada 27 Agustus 1921 di Satui, Kalimantan Selatan dan meninggal di usia 89 tahun pada 11 Juli 2010 di Jakarta. Idham Chalid pernah menjabat sebagai Ketua MPR dan DPR. Beliau juga pernah menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah Nahdlatul Ulama pada tahun 1956 s.d. 1984.

6. Mohammad Husni Thamrin “Pahlawan Nasional di pecahan uang kertas Rp. 2rb”

uangteman.com

Lahir pada 16 Februari 1984 di Jakarta dan meninggal di usia 46 tahun pada 11 Januari 1941 di Jakarta. Beliau merupakan seorang politisi era Hindia Belanda yang dianugerahi gelar sebagai pahlawan nasional Indonesia dan namanya diabadikan sebagai nama jalan protokol di Jakarta yaitu Jl. MH. Thamrin.

7. Cut Nyak Meutia “ Pahlawan Wanita Nasional di pecahan uang kertas Rp. 1rb”

https://picclick.com

Pahlawan Nasional yang berasal dari Aceh satu ini lahir pada tahun 1870 di Aceh Utara dan meninggal pada 24 Oktober 1910 di Alue Aceh. Beliau merupakan pahlawan yang berjuang melawan para penjajah Indonesia pada masa Belanda.

8. I Gusti Ketut Pudja “ Pahlawan Nasional di pecahan uang logam Rp. 1rb”

https://asuransisimasnet.com

Pahlawan Nasional yang lahir pada 19 Mei 1908 dan meninggal di usia 68 tahun pada 4 Mei 1977 merupakan salah satu pahlawan yang ikut serta dalam perumusan negara Indonesia “pencetusan daerah istimewa di Indonesia” melalui Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia yang mewakili Sunda Kecil (yang saat ini Bali dan Nusa Tenggara). Beliau pernah menjabat sebagai Gubernur pertama di Sunda Kecil.

9. Letnan Jenderal TNI (Purn) Tahi Bonar Simatupang “Pahlawan Nasional di pecahan uang logam Rp. 500”

https://asuransisimasnet.com

Lahir pada 28 Januari 1920 di Sidikalang, Sumatera Utara dan meninggal di usia 69 tahun pada 1 Januari 1990 di Jakarta. Beliau pernah menjadi Kepala Staff Angkatan Perang RI (KASAP) setelah Panglima Besar Jendral Soedirman wafat pada tahu 1950. Beliau merupakan salah satu tokoh militer dan Gereja di Indonesia. Namanya diabadikan sebagai nama jalan besar di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan yaitu Jalan T.B. Simatupang.

10. Tjipto Mangoenkoesoemo “Pahlawan Nasional di pecahan uang logam Rp. 200”

https://asuransisimasnet.com

Pahlawan Nasional yang satu ini berasal dari Jepara loh.

Tjipto Mangoenkoesoemo lahir pada tahun 1886 di Pecangaan, Jepara, Jawa Tengah dan meninggal pada 8 Maret 1943 di Jakarta. Beliau merupakan salah satu tokoh pergerakan Kemerdekaan Indonesia “Tiga Serangkai” yang terdiri Ernest Douwes Dekker dan Bapak Pendidikan “Ki Hajar Dewantara”. Namanya diabadikan menjadi nama rumah sakit di Jakarta “RS. Cipto Mangunkusumo (RSCM).

11. Dr. Ir. Herman Johannes “Pahlawan Nasional di pecahan uang logam Rp. 100”

https://asuransisimasnet.com

Pahlawan Nasional yang lahir pada 28 Mei 1912 di Rote, NTT dan meninggal di usia 80 tahun pada 17 Oktober 1992 di Yogyakarta. Beliau adalah seorang cendekiawan, politikus, ilmuwan Indonesia, dan guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM) .

 

Nah bagaimana saudara-saudariku, apakah kalian sudah sedikit tahu dan kenal dengan para Pahlawan Nasional di mata uang rupiah baru yang telah diterbitkan oleh Bank Indonesia pada 19 Desember 2016 lalu ? Kami berharap, setidaknya kita sebagai warga Indonesia mengetahui siapa mereka dan menghargai serta menghormati segala perjuangan yang telah mereka lakukan untuk bangsa Indonesia ini. Dan janganlah merusak mata uang rupiah, misal mencorat-coret, melipat ataupun menyobek tetapi simpanlah dan pergunakan dengan baik uang rupiah yang ada di Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *