Masuk

Mengenang Permainan Tradisional Masa Kecil Yang Hampir Punah

Mengenang Permainan Tradisional Masa Kecil Yang Hampir Punah

Siapa yang tidak bangga menjadi penduduk dan tinggal di negara Indonesia ?? Negara yang memiliki berbagai keberagaman suku, ras, bahasa, seni, dan budaya serta kekayaan alamnya. Hal yang paling menarik dan perlu dilestarikan dari negara Indonesia adalah kesenian dan kebudayaannya. Salah satunya adalah keunikan permainan tradisional yang sekarang ini hampir punah karena perkembangan teknologi “gadget” yang semakin berkembang di kalangan anak-anak. Permainan-permainan tradisional berikut dinilai paling menyenangkan, dan mengingatkan kamu yang lahir di tahun 80-an ke masa kecil yang penuh warna. Masih ingatkah permainan masa kecil? Banyak orang yang menyayangkan tradisi permainan zaman dulu yang terancam punah. Sedangkan permainan dulu sangat banyak manfaatnya salah satunya melatih berbagai fungsi otak dan melatih anak bersosialisasi. Ada beberapa daftar permainan yang mungkin bisa membuat kalian bernostalgia pada masa kecil, antara lain:

1. Congklak (Dakon)

http://whatsupindonesia.com

Congklak adalah permaian yang biasanya dimainkan oleh 2 orang dan identik dengan perempuan ini terbuat dari kayu atau plastik, terdiri dari 7 lubang yang saling berhadapan dan 2 lubang besar di setiap sudutnya. Isi congklak disebut biji congklak. Bisa juga menggunakan biji-bijian, kelereng kecil, atau benda yang berbentuk butiran kecil dan bisa dipegang oleh kepalan tangan kita.

Pada awal main, setiap lubang diisi dengan 7 buah biji congklak kecuali lubang besar. Kemudian hompimpa dulu untuk menentukan siapa yang menang. Isi bijinya diambil dan dibagi satu-satu ke lubang searah jarum jam, bila seorang pemain habis di lubang yang berisi congklak,  pemain teresebut bisa lanjut membagikan biji congklak ke setiap lubang, hingga akhirnya berhenti di lubang yang kosong. Bila pemian berhenti di lubang wilayahnya, ia bisa mengambil biji congklak yang dihadapannya (biji congklak lawan) lalu isi-isi congklak tersebut simpan di lubang besar. Bila pemain berhenti dilubang lawan, maka giliran lawannya yang bermain. Seperti itu sampai tidak ada congklak tersisa di lubang-lubang kecil. Aturan  dalam permainan ini yaitu yang mengumpulkan biji terbanyak dialah pemenangnya.

2. Engklek

http://yogyakarta.panduanwisata.id

Permainan engklek adalah bentuk permainan dengan menggambarkan petak “kotak-kotak” seperti gambar. Buatlah 9 kotak yang terdiri dari 3 kotak vertikal dan disambungkan dengan 3 buah kotak horizontal, kemudian di tambah lagi dengan satu kotak diatas dan 2 kotak horizontal lagi di bagian bawah. Biasanya dimainkan oleh 2-5 orang, dan dilakukan secara bergantian. Setiap orang memegang batu, gacuk, kereweng atau benda berukuran datar untuk menandakan kotak, lalu mulai melompati tiap petak dengan 1 kaki , petak yang sudah ditandai tidak boleh diinjak oleh siapapun, maka harus berpijak dipetak berikutnya.

3. Benteng

http://mediasi.co

Permainan tradisional ini dimainkan oleh 8 orang dan dibagi dua group menjadi 4 orang. Masing-masing memiliki markas yang dijadikan tempat kuasanya biasanya markas tersebut berupa tiang, pohon, batu, dan pilar sebagai benteng.

Tujuan permainan adalah mengambil alih benteng lawan dengan cara menyentuh markas lawan. Setiap orang memiliki tugas masing-masing, ada yang menjadi penjaga, mata-mata, pengganggu benteng lawan dan penyelinap markas lawan. Permainan ini membutuhkan kecekatan berlari dan strategi hingga mampu mencapai benteng lawan. Aturan mainnya, pemain yang pertama menyentuh markas lawan itulah yang akan menjadi tim pemenang.

4. Yoyo

https://tradisionalpermainan.wordpress.com

Yoyo adalah sebuah permainan tradisional yang mayoritas peminatnya adalah anak laki-laki. Terbuat dari kayu dibentuk menjadi bulat yang memiliki celah di tengah sebagai tempat melilitkan tali dan menyisakan ujung tali untuk ditempelkan ke salah satu jari.

Cara memainkannya yaitu yoyo dilempar kebawah dan sehingga yoyo akan berputar pada porosnya dengan bantuan tali tersebut. Tidak ada yang kalah dan menang pada permainan Yoyo, namun sekarang banyak orang yang semakin kreatif memainkan Yoyo. Sekarang yoyo dibuat dengan bantuan teknologi sehingga yoyo dapat bertahan lebih lama pada porosnya.

5. Gobak Sodor

http://www.marneskliker.com

Permainan tradisional selanjutnya adalah permainan yang membutuhkan 6-10 orang, dan dibagi menjadi dua tim untuk menjadi tim penyerang dan tim penjaga. Tim penjaga akan menjaga disetiap garis kotak yang berukuran 5mx3m. Biasanya tim penyerang akan melewati satu persatu tim penjaga hingga akhirnya ia melewati garis finish dengan syarat tim penyerang tidak boleh tersentuh oleh tim penjaga. Jika tersentuh maka dinyatakan gagal. Permainan ini membutuhkan tenaga ekstra dan kelincahan berlari. Tidak heran banyak anak laki-laki yang berminat bermain permainan ini, namun adapun anak perempuan yang menyukai permainan ini.

6. Lompat Tali

https://msdailylife.wordpress.com

Berdasarkan dari namanya, kita sudah tahu bahwa permainan ini pasti berhubungan denga tali. Permainan ini umumnya disukai oleh anak perempuan dan dimainkan oleh 3 – 10 anak dengan 2 anak yang memegang talinya. Tali yang digunakan terbuat dari karet gelang yang dsambung dengan tali simpul.

Permainanpun dapat dimulai dengan menentukan siapa yang menjaga dan siapa yang melompat. Aturan mainnya, untuk pelompat harus melewati tali dengan ketinggian tertentu, bila berhasil dengan ketinggian rendah, tali akan di naikan lagi sampai pemainpun merasa lelah, menyerah atau tidak mampu melewati tali. Dengan begitu pelompat dinyatakan kalah dan menjadi penjaga, begitupun selanjutnya.

7. Petak Umpet

http://yogyakarta.panduanwisata.id

Semua orang pasti mengenal dan pernah memainkan permainan yang satu ini. Permainan ini dilakukan oleh lebih dari 2 orang dan biasanya diawali dengan hompimpa untuk menentukan siapa yang kalah “yang menjaga”. Yang kalah harus memejamkan mata dan berbalik menghitung dari angka 10 atau dari 1 sampai 10. Nama tempat untuk memejamkan mata disebut Bong, Inglo, atau Hong. Dan orang-orang yang menang, mereka akan bersembunyi dimanapun mereka mau hingga akhirnya ditemukan, jika ditemukan maka dinyatakan kalah. Ada pula yang berhasil menyelinap menuju Bon, dan dinyatakan menang.

8. Gasing

https://www.youtube.com

Gasing termasuk permainan era tahun 90-an. Permainan ini biasanya dimainkan oleh laki-laki. Jumlah pemainnya bisa lebih dari 2 orang. Gasing terbuat dari bahan kayu, merbau, kundang dan lain-lain. Gansing akan berputar pada 1 poros, dengan menggunakan tali dari dalam sehingga ketika dihentakan keluar membuat gansing itu berputar. Permainan ini cukup populer saat zaman 90-an. Aturan mainnya, biasanya gansing diadukan dengan gansing lawan, dan gansing yang berputar lebih lama, dialah yang menang.

9. Egrang

http://yogyakarta.panduanwisata.id

Permainan ini menggunakan 2 tongkat dengan tinggi 150 cm terbuat dari bambu, di bagian bawah di beri pijakan untuk dijadikan pijakkan kaki kita. Ini merupakan permainan yang sulit karena harus menjaga keseimbangan tubuh supaya tidak terjatuh saat berjalan dengan tongkat tersebut.

10. Ular Tangga

http://permainan-bocah.blogspot.co.id

Permainan papan ular tangga ini telah ada sejak 1870, dan menjadi permainan sangat digemari oleh anak-anak di setiap zaman hingga akhir tahun 2000-an, permainan ini biasanya dimainkan 2-4 orang. Permainan ini berbentuk kotak-kotak kecil, sebagian kotak terdapat gambar ular dan tangga. Pemain menggunakan dadu untuk menghitung langkah hingga kegaris finish.

Aturan mainnya, pemain tentukan siapa yang bermain pertama. Bidak disimpan dikotak pertama atau start, lalu mulai kocok dadu, gerakan bidak sesuai jumlah dadu yang keluar, bila bidak berhenti di ekor ular berarti ia akan turun, sebaliknya bila berhenti di tangga, ia akan naik. Permainanpun dilanjut ke pemain ke-2 dan berlanjut seperti itu. Pemenang ditentukan dari bidak yang pertama kali mencapai kotak finish.

11. Kelereng

https://komunitasjendela.org

Kelereng adalah permainan tradisional yang cukup populer dikalangan anak laki-laki. Jumlah pemainnya 2-5 orang. Kelereng terbuat dari kaca berbentuk bulat. Kelereng yang digunakan berdiameter setengah inch, tapi terkadang ada pula kelereng yang lebih besar dan kecil, namun itu jarang digunakan dalam permainan karena tenaganya pun harus disesuaikan dengan ukuran kelereng. Aturan mainnya, seluruh kelereng dikumpulkan, dan 1 pemain yang akan memencarkan kelereng-kelereng tersebut. Seperti permainan billiard, namun kalau kelereng cara memainkannya dengan cara menyentil kelereng ke arah lawan. Jika kelerengnya tidak menyentuh kelereng lawan, baru pemain akan diganti. Permainan ini sebenarnya melatih arah mata, fokus, dan strategi.

12. Layang-layang

http://permainan-bocah.blogspot.co.id

Siapa yang tidak kenal dengan layangan ? Permainan yang sangat digemari oleh para anak laki. Bukan hanya anak lagi-lagi saja, anak perempuan seperti saya juga menyukai dan pernah memainkannya di sawah. Kata ‘layang’ diduga berasal dari kata melayang. Benda ini dibuat dari kertas minyak, dengan kerangka bambu, disambungkan dengan tali kenur untuk mengendalikan layangan. Cara permainannya terkesan mudah, tapi lumayan susah karena membutuhkan bantuan angin. Sebelum lepas landas, kamu harus mencari lapangan yang luas, dan menunggu angin berhembus. Untuk starting kamu harus memegang layangan tersebut, dan menjulurkan tali sedikit demi sedikit hingga layangan pun perlahan terbang. Permaian ini dapat melatih mengarahkan benda dengan memanfaatkan angin. Sekarang bentuk layang-layang sudah banyak modifikasi dengan berbagai macam bentuk dan warna yang cantik.

13. Ular Naga Panjang

http://www.blogarama.com

Permainan ini dimainkan lebih dari 7 anak, 2 anak sebagai penjaga dan sisanya akan berjalan melewati penjaga. Permainan diawali denga hompimpa. Setelah ditentukan siapa yang menjadi penjaganya, maka sisanya secara otomatis berbaris dengan posisi tangan diletakkan diatas pundak temannya didepan. Kemudian sambil berjalan melewati penjaga dan sambil menyanyikan lagu ular naga panjang. Jika lagu atau nyanyian tadi sudah selesai maka sang penjaga akan salah satu orang dan orang yang tertangkap haruslah keluar dari barisannya.

14. Cublak-Cublak Suweng

http://www.permainan-tradisional.com

Permainan Cublak-cublak suweng ini asalnya dari daerah jawa, Permaianan ini sudah sangat lama di kenal oleh masyarakat indonesia, nama dari cublak-cublak suweng itu sendiri diambil dari kata cublak yang mempunyai arti tempat, dan suweng yang artinya perhiasan yang berharga. Jadi kesimpulan dari permainan tradisional cublak suweng adalah permainan untuk menyembunyikan perhiasan di suatu tempat. Permainan ini bisa dimainkan oleh anak laki-laki maupun anak perempuan, biasanya berjumlah 4 hingga 7 anak, saat bermain juga di iringi nyanyian cublak-cublak suweng.

15. Boi-Boian

http://mridwansugiyatno.blogspot.co.id

Permainan tradisional ini merupakan permaian yang sering dimainkan disuatu daerah di Nusantara. Kita jarang melihat permainan boi-boian karena mungkin hanya terdapat di daerah kita saja. Permianan ini dimainkan oleh 5 sampai 10 orang. Cara bermain boi-boian yaitu dengan menyusun batu lempengan. Kemudian kita lempar lempengan tersebut menggunakan bola kecil, jika tumpukan tadi roboh maka penjaga harus mengambil bola dan dilemparkan pada pemain yang lain. Untuk dapat menang penjaga harud mengenakan bola tersebut kepada pemain dan sebaliknya jika pemain ingin menang maka pemain harus menyusun lempengan tersebut.

Setelah mengenang beberapa permainan tradisional ini, pasti kalian merasakan kenangan masa lalu dan ingin memainkan permainan ini lagi. Namun sayang, permainan tradisional yang memiliki manfaat bagi anak sudah jarang dimainkan karena kalah saing dengan gadget. Maka dari itu, yuk lestarikan budaya Indonesia salah satunya dengan melestarikan permainan tradisional di setiap daerah saudara.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *