Masuk

Pantai Pink Pulau Komodo

Pulau komodo adalah salah satu daerah di Indonesia yang menyimpan sejuta pesona wisata alam. Yang pertama tentu saja karena di tempat inilah satu-satunya hewan purba yang masih tersisa dan hidup hingga hari ini hidup, apalagi kalau bukan komodo. Spesies kadal terbesar di muka bumi ini, yang karena keberadaannya, pulau ini dinamai.

n

Selain adanya keberadaan hewan komodo. Pulau komodo juga punya pesona alam lain yaitu pantai-pantainya yang menawan. Tersembunyi dari pandangan mata, salah satu pantai dari 7 pantai dengan pasir pink ada disini. Bila biasanya pasir pantai berwarna hitam atau putih, tetapi pantai pink, punya hamparan pasir dengan warna pink.

n

Keberadaan pantai pink di pulau komodo, selain daya tarik dari warna pasir pantainya, juga karena suasana natural dan sepi yang menjadi bagian dari lingkungannya. Tak hanya itu, kehidupan bawah laut di pantai ini, juga jadi surga bagi pencinta diving atau selam, serta kegiatan wisata bahari lainnya. Bagaimana untuk bisa sampai kesini? Transportasi seperti apa? Serta bagaimana akomodasi disekitaran pantai pink sebagai tempat menginap? Simak dalam ulasan berikut ini.

n

Pantai Pink Pulau Komodo, Surga Tersembunyi Bagi Pecinta Wisata Alam

n


sumber: https://anekatempatwisata.com

n

Pendapat mengenai terjadinya pantai pink (pink beach) yang ada di pulau komodo sangat beragam. Beberapa meyakini bila warna pink ini disebabkan karena koral yang mati dan terbawa sampai ke tepian pantai, hingga adanya foraminifera sejenis hewan mikroskopik yang menjadi penyebab timbulnya warna pink pada permukaan pantai. Yang pasti keindahan warna pasir pantai sangatlah menakjubkan terlebih kala tertimpa matahari.

n

Pantai ini termasuk wilayah no man zone sehingga tidak ada populasi penduduk di sekitaran pantai. Akibatnya, tentu saja pantai ini sangat terpencil. Diperlukan cara khusus agar wisatawan bisa mencapai spot dimana pantai pink berada.

n

Cara yang paling umum adalah, wisatawan menggunakan jasa agen perjalanan. Selanjutnya pihak agen perjalanan yang langsung mengatur bagaimana agar wisatawan bisa sampai kesana. Rutenya, dimulai dari Labuhan Bajo, ke Pulau Rinca, kemudian ke Pulau Komodo.  

n

Di Pulau Rinca dan Pulau Komodo, kita bisa secara langsung melihat hewan komodo di habitat aslinya. Tentu sebuah pengalaman berbeda bila dibandingkan menyaksikan komodo di Kebun Binatang atau Taman Margasatwa dimana Komodo hidup dalam kandang. Disini hewan-hewan ini benar-benar tanpa pembatas dan bergerak bebas. Karenanya, pihak agen perjalanan biasanya sudah menyiapkan satu rute trekking tersendiri agar wisatawan tetap bisa melihat komodo secara langsung tanpa harus bersinggungan yang mungkin saja bisa membahayakan.

n

Waktu tempuhnya, dari Labuan Bajo menuju Dermaga Loh Buaya, di Pulau Rinca berkisar antara 45 menitan. Kemudian menuju ke Dermaga Loh Liang, sebuah dermaga kecil di pulau Komodo berkisar antara 30 menit hingga wisatawan bisa tiba di pantai pink. Keseluruhan ditempuh dengan speed boat, atau kapal nelayan, pihak agen travellah yang akan mengatur ini.

n

Bila benar-benar ingin trekking melalui jalan darat dalam pulau Komodo menuju pantai pink, waktu tempuhnya kira-kira 4 jam dengan berjalan kaki. Selain itu, ada juga pilihan transportasi lain, namanya LOB atau Live Abroad. Ini adalah sebuah kapal dengan fasilitas lengkap ibarat apartement terapung, dengan menyewa LOB wisatawan bisa secara langsung menjelajahi pesona Flores, serta singgah di pulau-pulau sekitarnya, termasuk pulau Komodo. LOB ini juga biasa disewa oleh para penyelam.

n

Sebagai tips bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke pantai pink adalah, di tempat ini tidak banyak pilihan makanan. Karena memang statusnya yang No Man Zone. Bawalah makanan sendiri dari kota terdekat, yaitu Labuan Bajo. Bila ingin menginap, pengginapan ada disekitar pulau komodo, biasa disebut dengan desa komodo. Tentu  bisa diatur oleh agen perjalanan atau guide anda. Tapi hanya sebatas rumah penduduk dengan fasilitas yang sangat sederhana cenderung seadanya.

n

Untuk pengalaman yang lebih baik menyewa LOB jadi pilihan. Tentu saja kita harus siap merogoh kocek dalam-dalam. Apapun pilihan transportasi atau akomodasi yang kita gunakan, bila berhasil mencapai pantai pink, maka secara langsung, sebuah pikiran betapa Indonesia adalah jamrud khatulistiwa, akan bisa kita rasakan secara nyata.

Admin Mongotrip

Admin Mongotrip

Lihat semua postingan menurut Admin Mongotrip

Akun resmi mongotrip.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *